Skip to main content

Mengubah kebiasaan buruk untuk kesehatan yg lebih baik


Banyak penyakit lebih mudah menyerang tubuh karena ketidakpekaan kita terhadap bahaya yang mengancam dari kebiasaan buruk kita sehari-hari. Sebelum semuanya terlambat tidak ada salahnya kita perbaiki diri dan mulai mengubah kebiasaan buruk tersebut demi kesehatan yang lebih baik di masa yg akan datang.

🚫Berikut kebiasaan buruk dan solusinya;

1. Minum obat2 warung termasuk obat sakit kepala/obat flu ❌
Jika sakitnya lebih dari 3 hari langsung k dokter saja✔

2. Makan/jajan diluar terlalu sering❌
Minimal makan diluar hanya di akhir pekan✔

3. Terlalu berlebihan dlm pekerjaan atau membiarkan diri kelelahan ❌
Atur waktu dan jika sudah merasa lelah berhenti sejenak utk rehat✔

4. Terlalu emosi atau cepat marah, ini berbahaya bagi tubuh ❌
Redam emosi dengan minum air putih/berwudhu/cuci muka dan mengingat bahwa tdk semua hal harus sesuai dg yg kita harapkan✔

5. Terlalu sering menangis dan sedih❌
ini membuat diri pesimis dan gampang sakit.
Ubahlah kondisi dengan pergi dari tempat yg membuat sedih itu atau ubah pola pikir menjadi gembira dg mengingat kebahagiaan lain yg pernah kita dapatkan(bersyukur)✔

6. Kurang makan makanan bergizi❌ solusinya cari katering sehat ala rumahan atau korbankan sedikit waktu utk masak makan pagi dan makan malam ( minimal ada makan sayur dan buah dlm sehari) ✔

7. Kurang bergerak/olahraga❌
Ikut olahraga/senam rutin/jogging di akhir pekan✔

Semoga bermanfaat dan tubuh menjadi sehat wal afiyat 😃😊

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Sikap Pejabat Negara dan Pemerintah Indonesia Kini, Seharusnya

Indonesia kini sedang berada pada dinamika kehidupan politik, ekonomi dan sosial yang kian bergejolak. Maraknya isu nyata di berbagai bidang, semisal banyak pejabat negara terjerat kasus korupsi, layanan publik lambat, berbelit, dan tidak efisien. Aturan pusat dan daerah sering tumpang tindih serta penegakan hukum dianggap tidak adil dimana masih terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas. Program pusat dan daerah sering tidak sinkron, penyerapan anggaran tidak efisien dan proyek infrastruktur cepat rusak karena kualitas yang rendah. BUMN dibebani utang dan rawan intervensi politik, pangkalan data pemerintah tidak terintegrasi dan mudah bocor. Kualitas pendidikan dan kesehatan timpang antarwilayah. Konflik agraria, lingkungan, antara masyarakat dan perusahaan atau negara masih sering terjadi. Harga pangan tidak stabil, dilain sisi masalah kesiapsiagaan bencana masih lemah seperti penanggulangan banjir dan longsor. Banyak lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan industri (skills mis...

Marwah Pendidikan Di Indonesia

Marwah pendidikan tidak bisa tegak tanpa marwah guru, karena guru adalah pelaku utama dalam sistem pendidikan. Jika guru dijaga kehormatannya, diberdayakan kompetensinya, dan dihormati perannya, maka pendidikan akan lebih bermutu dan bermarwah. Marwah adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks pendidikan dan keguruan, marwah pendidikan dan guru merujuk pada penjagaan terhadap kehormatan dan martabat dunia pendidikan serta profesi guru. Marwah pendidikan berarti menjaga kehormatan dunia pendidikan sebagai bidang yang suci, mulia, dan berperan strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Hal ini mencakup nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar, integritas sistem pendidikan, termasuk kurikulum, evaluasi, dan manajemen sekolah, keadilan dan kesetaraan dalam memberikan akses pendidikan, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Jika marwah pendidikan rendah maka pendidikan ke...