Skip to main content

Jika ingin berkompetisi, jangan salah saingan

Naluri berkompetisi itu manusiawi. Makanya pada kitab pedoman hidup kita diperintahkan untuk berlomba-lomba diantara manusia. Tapi manusia kerap lupa untuk apa dan apa yang harus didapatkan dari perlombaannya tersebut. Kalo bukan utk hal yg disebut al-quran ini, siap-siaplah kita lelah dan semuanya sia-sia.
🌾

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)

Allah, Sang Pencipta kita,memerintahkan untuk mendapatkan ampunan-Nya dan mengingatkan bahwa hidup di dunia ini hanya untuk itu. Tujuan kita sebenarnya adalah mendapatkan surga. Betapa banyak gambaran kenikmatan surga, tapi kenapa terkadang masih saja terasa fiktif di hati kita?

Tidak mungkin Allah membiarkan kita hidup tanpa tujuan yang kekal dan abadi. Tidak mungkin seremeh itu.

Bagi segelintir orang yang tidak mengetahui ini,pasti hidupnya akan dipenuhi dengan tujuan duniawi. Bagi yang setengah hati, ya tujuan akhiratnya juga setengah-setengah. Orang yang sangat beruntung adalah yang tahu bagaimana berlomba-lomba dalam kehidupan ini sesuai dengan yang diinginkan Pencipta-Nya.

Carilah orang yang tepat yang dapat dijadikan saingan saat berlomba. Tentu yang tujuan akhirnya sama dengan kita. Bukan orang yang tujuan akhirnya hanya dunia semata.

Jika tujuan kita surga, berarti yang harus kita saingi adalah orang orang yang sudah mendapat jaminan surga dari-Nya. Ikuti apa yang mereka lakukan (yang pastinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam).

Jika tujuan kita hanya dunia, kemewahan, popularitas, kebahagiaan sementara, silakan bersaing dengan ahli dunia. Niscaya kita akan lelah..percayalah..

This is note to myself..i hope i can take the right rival to my competition of live.

Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Sikap Pejabat Negara dan Pemerintah Indonesia Kini, Seharusnya

Indonesia kini sedang berada pada dinamika kehidupan politik, ekonomi dan sosial yang kian bergejolak. Maraknya isu nyata di berbagai bidang, semisal banyak pejabat negara terjerat kasus korupsi, layanan publik lambat, berbelit, dan tidak efisien. Aturan pusat dan daerah sering tumpang tindih serta penegakan hukum dianggap tidak adil dimana masih terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas. Program pusat dan daerah sering tidak sinkron, penyerapan anggaran tidak efisien dan proyek infrastruktur cepat rusak karena kualitas yang rendah. BUMN dibebani utang dan rawan intervensi politik, pangkalan data pemerintah tidak terintegrasi dan mudah bocor. Kualitas pendidikan dan kesehatan timpang antarwilayah. Konflik agraria, lingkungan, antara masyarakat dan perusahaan atau negara masih sering terjadi. Harga pangan tidak stabil, dilain sisi masalah kesiapsiagaan bencana masih lemah seperti penanggulangan banjir dan longsor. Banyak lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan industri (skills mis...

Marwah Pendidikan Di Indonesia

Marwah pendidikan tidak bisa tegak tanpa marwah guru, karena guru adalah pelaku utama dalam sistem pendidikan. Jika guru dijaga kehormatannya, diberdayakan kompetensinya, dan dihormati perannya, maka pendidikan akan lebih bermutu dan bermarwah. Marwah adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks pendidikan dan keguruan, marwah pendidikan dan guru merujuk pada penjagaan terhadap kehormatan dan martabat dunia pendidikan serta profesi guru. Marwah pendidikan berarti menjaga kehormatan dunia pendidikan sebagai bidang yang suci, mulia, dan berperan strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Hal ini mencakup nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar, integritas sistem pendidikan, termasuk kurikulum, evaluasi, dan manajemen sekolah, keadilan dan kesetaraan dalam memberikan akses pendidikan, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Jika marwah pendidikan rendah maka pendidikan ke...