Skip to main content

Suami Romantis

Siapa sih yang ga suka suami romantis? Terlebih mata kita sering disuguhin sama adegan-adegan drama yang lewat di beranda sosial media ya kann.. Contoh romantis suami isteri yang perfectos kayak dramaqorea itu gimana sih, ni aku jelasin yap. Sang suami tamfan, rambut klimis, senyum menawan dihadapan isteri, baju selalu rapi nan wangi. Sering memberikan bunga kepada sang isteri tanpa diminta. Tidak lupa selalu siapkan kado juga supaya bisa bilang "surpriseee". Sering ngajak isteri halan-halan holiday atau hangout gitu ke tempat aesteutic. Kalo lagi jalan suka gandengan tangan atau ngrangkul isteri. Kalo lagi makan bersama sesekali suapin isteri, beliin makanan favoritnya, lapin mulut istri kalo belepotan, ajak ngobrol istri bukan main hp. Suami selalu mengerti isteri maunya apa. Siaga mengantar isteri kemanapun. Istri bak ratu, dimanja, disayangi, diberi pengertian. Perhatian sama penampilan istri, sering memuji isteri, dimodalin beliin skincare, baju baru, dan make up. Rajin tanya kabar isteri dan selalu ngabarin kalo sedang bepergian. Oiya tak lupa tentunya bawa oleh-oleh yang disukai isteri. Punya panggilan kesayangan. Kalo isteri hampir kepeleset suami siap sedia menangkap. Hahaha. Drama banget sih. Banyak lah yang kata kita romantis, tapi ya itu kayaknya cuma ada di drama. Nah dalam kehidupan pernikahan sebenarnya romantis itu perlu ya tapi ga wajib kayak yang aku jelasin diatas alias ada dikit-dikit syukur alhamdulillah hehehe. Maksudnya kode buibu. Wkwk Actually, yang wajib bagi suami adalah bertanggung jawab terhadap pendidikan agama anak isteri serta nafkah keluarga dan berlaku baik. Berusaha menyenangkan dan tidak pernah menciderai secara lahir batin. Kalo aku secara pribadi menghargai usaha suami dan bersyukur atas apapun yang dia berikan walaupun tidak full romantis perfectos itu ya. Etapi bukan berarti ga mau lohh xixixi:D At the end, Hal-hal dibawah ini lebih bermakna buatku ketimbang romantis kayak draqor tersebut: Langsung bantu masak nasi saat lihat rice cooker kosong. Angkat galon ke dispenser saat airnya sudah abis. Isi bak mandi sampai penuh sehabis digunakan. Mengisi bensin kendaraan isteri tanpa diminta. Menge-charge-kan hp istri tanpa diminta. Beli dan memasang ulang gas dengan senang hati. Menggantikan sikat gigi untuk istri (karena isterinya sering lupa) plus memencetkan odolnya sampai penuh. Main dengan anak sepulang kerja tanpa disuruh. Tidak meletakkan handuk atau baju kotor dikasur. Membawa sampah keluar ga nunggu sampai menumpuk. Makan apa saja makanan buatan istri tanpa komplen. Selalu memuji istri dan menyemangatinya. Mengingatkan shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Membantu pergi belanja dan bawa barang belanjaan. Menenangkan istri saat ia merasa perasaan negatif (marah, sedih, kecewa, dsb). Bersabar atas kekurangan istri. (Isteri itu kadang memang lemah tapi di kuat-kuatin aja). Dll. Bunch of the things you did, i could not write, those mean so much to me. Thank you, jazakallahu khayran. You are absolutely romantic, cin. But in another way ya. Hehehe. Begitulah romantis versi aku. Semoga bermanfaat atau setidaknya menghibur. Baarakallahu fiikum !!

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Pengalaman Bekam Sembuhkan Sakit Kepala

Bekam atau hijamah merupakan salah satu pengobatan yang dianjurkan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Caranya yakni dengan menyayat atau menusukkan jarum ke kulit dan setelah itu ada cup penyedot sehingga darah kotor yang mengandung racun keluar. Beberapa waktu lalu saya dan kakak ipar melakukan bekam. Seorang akhwat yang merupakan teman pengajian kami yang menjadi terapis bekamnya. Disini saya akan menceritakan pengalaman tersebut dan bagaimana tubuh saya rasakan saat bekam. Singkat cerita saya sering sakit kepala dan lumayan sering migrain di sebelah kanan. Pengobatan secara kedokteran sudah dilakukan sampai masuk ruang radiologi untuk CT Scan dan MRI dijalani. Hasilnya alhamdulillah tidak terlalu serius. Hanya ada swelling hemishper cerebri kanan dan sinusitis. Saya teringat untuk bekam agar bisa sembuh dan memiliki kesehatan lebih baik lagi. Sedikit menyesal karena terkesan agak lambat menyadari bahwa bekam yang merupakan sunnah untuk ikhtiar sembuh dari berbagai penyakit mal...

Recount Text: A Day With Me

Yesterday was quite a nerve-wracking day in my life. It felt like my heart was beating stronger, in intervals that seemed more intense than usual. Honestly, there are often moments like that in my everyday life, but yesterday, the feeling lasted consistently from morning until after the Asr prayer. It had been a long time since I was reminded of my reluctance to take any kind of standardized test (for those who know, they know). Even though I like challenges, I’m not fond of the kind that forces me to chase something overly theoretical. I looked at the exam card and whispered in my heart, bismillah. I began the day with a long and sincere prayer. I made milk for my child and woke him up to pray Fajr at the mosque with my husband. My husband had already gotten up and was doing his early prayers and had started the laundry. I continued with the usual house chores: washing dishes, cooking while tending the laundry, tidying up what I could, packing the children’s lunch boxes, a...