Skip to main content

Posts

Karir atau Keluarga (Bag.2)

Hello bloggers,  Pakabar yang udah lama ga ngeblog? Lama banget ngumpulin semangat buat nulis. Akhirnya tiba-tiba dapet aja ilham dari langit. Berhubung temanya tentang "karir atau keluarga?" pastinya yang ditunggu-tunggu seputaran kenapa ya? Terusss pengalaman apa ya yang mau di share or to be underlined, gitu?!  Ya ga? Nah, langsung cus aja ya, melanjutkan kisah pilihan hidup saya saat ini. Tentu saja sudah ga galau lagi pilih karir atau keluarga. Saya akan jawab keluarga. Sebenarnya kalo dipikir-pikir semua wanita berkeluarga apalagi yang sudah beranak, pasti jika ditanya prioritasnya keluarga. Hanya saja mereka mungkin merasa ada beban lain selain itu. Dengan mengesampingkan alasan personal tiap orang, saya akan menjelaskan alasan saya secara pribadi mengapa saat ini memilih untuk off bekerja, meninggalkan jenjang karir (eciee) dan fokus untuk keluarga. (Soswiidd ^^v) 1. Alasan kesehatan Saya merasa lebih sehat secara fisik dan psikologis jika saya di rumah dan fok...

Jika ingin berkompetisi, jangan salah saingan

Naluri berkompetisi itu manusiawi. Makanya pada kitab pedoman hidup kita diperintahkan untuk berlomba-lomba diantara manusia. Tapi manusia kerap lupa untuk apa dan apa yang harus didapatkan dari perlombaannya tersebut. Kalo bukan utk hal yg disebut al-quran ini, siap-siaplah kita lelah dan semuanya sia-sia. 🌾 سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِ...

Life is never flat (part 2)

Anggep aja ini tulisan orang yg lagi baper. Mungkin ini masa masanya segalanya bisa dibaperin. (Duh duh) Based on terminology, baper adalah bawa perasaan. Maksudnya semua kudu pake hati. Bentar bentar pake hati. Kadang kalo hati dibiarin aja tanpa logika, ya kandas jg. What the mean? Artinya dalam hidup ini ga semuanya boleh dibiarin pake hati. Ada jg urusan pake otak. Jelasnya sih dengan pikiran yang matang krna konsekuensinya tidak semudah urusan hati. #ehaaak Contohnya, menentukan sebuah pilihan. Hati akan memberikan solusi yg diinginkan dan dicintainya. Sedangkan otak akan memberikan solusi yg sesuai dengan nalarnya. Bagusnya sih dua duanya dipertimbangkan. Lebih detil lagi, misalnya setelah menikah ada pilihan dalam hidup ini apakah akan menetap di rumah ortu, tinggal dengan mertua, ngontrak, atau beli rumah baru. Ini pilihan yang sulit kalo kita dihadapkan dengan seperangkat masalah lainnya. Seperti kasus pasangan lagi sakit dan butuh cuti yg lumayan panjang, anak dengan sia...

Karir atau Keluarga? (Bag.1)

There's a time you will confused with this coice. Awal pernikahan mgkn kita bakal blg semua akan berjalan begitu saja. Tidak, itu adalah suatu rencana terburuk dlm pikiran orang yg futuristik. Segala sesuatu butuh perencanaan matang, termasuk pilihan istri untuk lebih mementingkan karir (termasuk pendidikan) atau keluarganya. Kadang pendidikan menuntut kita utk berkarir sesuai dg perkembangan zaman. Kadang karir menuntut kita mengutamakan profesionalitas. Dimana keluarga bisa kita jadikan, spare time. (Kadang classy banget blg kerjaannya sbnrnya fultime mom tp syg cuman tagline, walhasil anak2 ujung2 yg ngurus pengasuh). Mari lebih bijak, sy sudah berpikir ttg hal ini selama bbrp tahun. Sy kira dlu sebelum menikah mgkn kita bisa atur jadwal dan prioritas win-win solution. At least, rupanya seimbang antara karir dan keluarga itu hanyalah omong kosong. Padahal, kesempurnaan wanita itu memang menjadi istri dan ibu seutuhnya. Gimana bisa dia jd istri sementara yg ngurus suaminya org ...

Life is never flat (part 1)

Salam ! Sekali-kali cerita pake bahasa sendiri. Biar ga bisa di translate. (Siapa juga bule yg niat deh!)  Entah knapa lagi melankolis (padahal udah jelas koleris parah abis). Gpp ya pengen nulis kisah kasih dengan si uda tacinto @dok.putra nih . #eaaa (no baper ok? Kyk ada yg baca aja-.-")   Udah juli 2018 (orang blg mgkn ga kerasa, tp rasanya kerasa kok) september ntar kita anniversary 2 tahunan. (Pake hore hore ga ya? *lol)   At least, so many things happened. MasyaaAllah. Incredible! Wonderful!  Pengalaman pernikahan yg sungguh dramatis. Pernikahan rasa pacaran. Bukan pacaran rasa pernikahan ya. (Ngerti?)  Dramatis itu penuh drama tapi romantis. Wkwk (Pengennya sih romantis terus, tapi ini real world bro bukan korean drama!)   Banyak banget sebenernya yg pengen diceritain bukan pamer tp biar pd ter-inspire gitu. (Eleh-eleh)   Kykny emg sy blm prnh nulis ttg kehidupan rmh tangga. Alhamdulillah adem ayem aja. Tp kan ga mgkn n...

10 Faktor Pendorong atau Renungan untuk Meninggalkan Kemaksiatan

Berikut 10 faktor/renungan agar kita bisa menghindar dari kemaksiatan: 1. Merenungi keagungan Allah Ta'ala *Jangan sampai Allah melihat dia melakukan maksiat. Karena semakin dia tidak tahu keagungan Allah maka dia akan mudah terjerumus, namun jika dia tahu akan keagungan Allah dia akan takut dan menghindari diri dari maksiat.* 2. Merenungi bahwa kemaksiatan akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta'ala dan menjauhkan kecintaan-Nya *Jika hendak bermaksiat, ingatlah cinta Allah akan hilang sejauh mana maksiat tersebut dilakukan dan cepat atau lambat akan datang kemurkaan-Nya.* 3. Merenungi bahwa segala nikmat berasal dari Allah Ta'ala *Begitu banyak nikmat yang kita rasakan. Dan itu semua dari Allah. Jika kita mengetahui hal tersebut harusnya kita sadar bahwa pemberian yang amat baik itu harus dibalas juga dengan kebaikan atau kepatuhan kepada-Nya. Bukan malah membangkang atau melawan hukum Allah. Coba kembali kita ingat kisah seorang pemuda yg izin ingin melakukan maksiat ...

HASAD DAN GHIBTHAH

Ada dua jenis iri atau cemburu yakni hasad dan ghibthah. . Hasad adalah iri yang buruk. Hasad merupakan dosa. Hasad dapat menghapus amal kebaikan seseorang seperti api memakan kayu. Iri yang dimaksud yakni menginginkan sesuatu seperti yang orang lain miliki dan menginginkan kebaikan atau nikmat pd seseorang tersebut hilang. Contoh kasus; si fulan adalah orang miskin, ia melihat si fulanah mempunyai harta dan hidup mewah. Si fulan ada sifat hasad dalam dirinya terhadap kekayaan si fulanah dan berharap si fulanah jatuh miskin dan dia mendapat harta kekayaan tersebut sehingga dia juga bisa hidup mewah. . . Ghibthah adalah iri atau cemburu yang baik. Yakni iri dimana ia menginginkan sesuatu kebaikan atau nikmat pada orang lain tanpa mnginginkan hal tsb hilang dr dirinya. Bukan tdk mungkin Allah akan berikan jg. Dan yg dianjurkan dlm hal ini adalah iri pd org berilmu dan iri pd org yg menyedekahkan hartanya di jalan Allah. Inilah iri yang diperbolehkan. Contoh kasus; si fulan orang ...