Skip to main content

kiat mencuci piring





aslmkm wrwb

sdr-sdri yg di rahmati Allah SWT
kebersihan sebagian dari iman,

maka sudah sepantasnya kita tdk meletakkn sembarangan bnda" kotor sprti pakaian atau benda pecah belah yg telah kita gunakan utk makan dan minum...kali ini saya yg agak" sok tahu akan memberikan secercah tips utk mencuci piring yg baik, terasa lebih praktis dan higienis#maaf agak lebe

nah,

lets follow me:


1.buang sisa2 makanan atau minuman yg masih tertinggal

2.pisahkan piring dengan piring, gelas dengan gelas dsb

3.siapkn sabun pencuci secukupnya

4.mulailah mencuci dari bnda" berukuran kecil spt sendok2 dulu kmd gelas, mngkuk, piring, baru wajan dll

5.bila anda menggunakan air kran, usahakan air kran tidak terlampau banyak keluar, usap hingga busa hilang dan tdk trcium bau sabun

6.bila anda menggunakan air dalam baskom, hilangkan busa pada benda2 tsb baru kmd masukkan kdlm baskom, usap dan pastikan tidak ad bau sabun, jgn lupa untuk menambah airnya sesuai kebutuhan

7.jreng jreng..piring, gelas, sendok, sendok, dll smwny bersih deh
gmpang kan?jadi, tunggu apa lagi,

dont spend ur time cz time is money!!


bersih ga hanya dilihat dari tampilan jilbab dan pakaiantapi dari benda" yg telah kita gunakan!



SEMANGAT UTK HIDUP BERSIH DAN SEHAT ALA NIYYA..HOHO MAAF SOTOY BEBEK :D:D:D

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Sikap Pejabat Negara dan Pemerintah Indonesia Kini, Seharusnya

Indonesia kini sedang berada pada dinamika kehidupan politik, ekonomi dan sosial yang kian bergejolak. Maraknya isu nyata di berbagai bidang, semisal banyak pejabat negara terjerat kasus korupsi, layanan publik lambat, berbelit, dan tidak efisien. Aturan pusat dan daerah sering tumpang tindih serta penegakan hukum dianggap tidak adil dimana masih terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas. Program pusat dan daerah sering tidak sinkron, penyerapan anggaran tidak efisien dan proyek infrastruktur cepat rusak karena kualitas yang rendah. BUMN dibebani utang dan rawan intervensi politik, pangkalan data pemerintah tidak terintegrasi dan mudah bocor. Kualitas pendidikan dan kesehatan timpang antarwilayah. Konflik agraria, lingkungan, antara masyarakat dan perusahaan atau negara masih sering terjadi. Harga pangan tidak stabil, dilain sisi masalah kesiapsiagaan bencana masih lemah seperti penanggulangan banjir dan longsor. Banyak lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan industri (skills mis...

Marwah Pendidikan Di Indonesia

Marwah pendidikan tidak bisa tegak tanpa marwah guru, karena guru adalah pelaku utama dalam sistem pendidikan. Jika guru dijaga kehormatannya, diberdayakan kompetensinya, dan dihormati perannya, maka pendidikan akan lebih bermutu dan bermarwah. Marwah adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks pendidikan dan keguruan, marwah pendidikan dan guru merujuk pada penjagaan terhadap kehormatan dan martabat dunia pendidikan serta profesi guru. Marwah pendidikan berarti menjaga kehormatan dunia pendidikan sebagai bidang yang suci, mulia, dan berperan strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Hal ini mencakup nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar, integritas sistem pendidikan, termasuk kurikulum, evaluasi, dan manajemen sekolah, keadilan dan kesetaraan dalam memberikan akses pendidikan, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Jika marwah pendidikan rendah maka pendidikan ke...