Skip to main content

perbaikan artikel^^

Artikel-Membaca Efektif

Zaman yang semakin maju dan berkembang menuntut kita para generasi muda untuk lebih memacu diri dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu cara meningkatkan kualitas adalah dengan membaca. Membaca dapat membuat kita berpikiran terbuka dan memiliki wawasan yang semakin meluas. Namun tidak semua orang mengetahui bagaimana cara membaca efektif-paham akan apa yang dibacanya dan bisa mengubah perilaku negatif dalam diri-sehingga kegiatan ini bukan sekedar hobi tapi menjadi sebuah kebutuhan yang menyenangkan.

Generasi muda perlu memacu diri (dengan membaca) lebih dari golongan sosial yang lain karena faktor kebutuhan itu sendiri.  Sebagaimana kita ketahui bahwa generasi muda adalah agen of change, harapan bangsa,  yang harus memiliiki kualitas hidup yang lebih baik guna memperbaiki sistem pemerintahan atau nonpemerintahan di negeri ini.

Membaca tidak hanya menambah pengetahuan intelegensi tapi juga menambah wawasan pengalaman dari berbagai sumber sesuai dengan apa yang dibacanya. Hal inilah yang menjadikan seluruh dunia terasa mudah untuk digapai. Langit sangat dekat dan lautan tidak lagi begitu dalam. Tentunya  hal tersebut hanya dari sudut pandang manusia bukan Sang Pencipta jagad raya.
Orang-orang yang paham akan sudut pandang pengetahuan dan pengalaman tersebut seharusnya mengerti akan guna tindakan positif yang harus dilakukan-dalam hal ini para generasi muda yang dituntut untuk membaca secara efektif. Skill yang akan ia dapatkan akan menjadi sarana agar daya pikirnya terpacu dan nalarnya menjadi lebih kritis.

Sebaliknya dari presfektif lain, orang-orang yang tidak paham akan bacaannya akan lebih buruk tingkat pengetahuannya dan berdampak pada sikap, perilaku dan ucapannya yang masih saja rata-rata. Ini terjadi karena faktor ketidakingintahuan yang menggerogoti jiwanya karena merasa sudah mengerti tapi hanya dengan pikirannya sendiri bukan dengan membuka pikiran sesuai dengan keinginan penulis.

Dengan mengetahui keinginan penulis tentang bacaan yang ditulisnya, kita akan lebih membuka mata hati untuk melihat apa yang diinginkan pembaca dan bukan keinginan kita. Ini merupakan konsep membaca efektif menurut saya. Jadi membaca akan sangat menyenangkan bila kita mengetahui apa sebenarnya keinginan penulis untuk kita ketahui sebagai penunjang ilmu pengetahuan dan sumber pengalaman tersirat. Membaca juga akan menyenangkan apabila kita dapat menyesuaikan diri, keadaan, situasi dan kepentingan sewaktu membaca.

Selamat mencoba 


Tgl.130312-pkl.21:54 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Recount Text: A Day With Me

Yesterday was quite a nerve-wracking day in my life. It felt like my heart was beating stronger, in intervals that seemed more intense than usual. Honestly, there are often moments like that in my everyday life, but yesterday, the feeling lasted consistently from morning until after the Asr prayer. It had been a long time since I was reminded of my reluctance to take any kind of standardized test (for those who know, they know). Even though I like challenges, I’m not fond of the kind that forces me to chase something overly theoretical. I looked at the exam card and whispered in my heart, bismillah. I began the day with a long and sincere prayer. I made milk for my child and woke him up to pray Fajr at the mosque with my husband. My husband had already gotten up and was doing his early prayers and had started the laundry. I continued with the usual house chores: washing dishes, cooking while tending the laundry, tidying up what I could, packing the children’s lunch boxes, a...

Marwah Pendidikan Di Indonesia

Marwah pendidikan tidak bisa tegak tanpa marwah guru, karena guru adalah pelaku utama dalam sistem pendidikan. Jika guru dijaga kehormatannya, diberdayakan kompetensinya, dan dihormati perannya, maka pendidikan akan lebih bermutu dan bermarwah. Marwah adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks pendidikan dan keguruan, marwah pendidikan dan guru merujuk pada penjagaan terhadap kehormatan dan martabat dunia pendidikan serta profesi guru. Marwah pendidikan berarti menjaga kehormatan dunia pendidikan sebagai bidang yang suci, mulia, dan berperan strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Hal ini mencakup nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar, integritas sistem pendidikan, termasuk kurikulum, evaluasi, dan manajemen sekolah, keadilan dan kesetaraan dalam memberikan akses pendidikan, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Jika marwah pendidikan rendah maka pendidikan ke...