Skip to main content

Teknik Disiplin "wilayah time out" Untuk Anak Berperilaku Buruk

Dear world changer, for your information..

Mendidik anak tidak bisa dengan cara cepat dan instan. Untuk memperbaiki pola perilaku, mengajari anak mematuhi aturan, menghormati orang lain, mengembangkan rasa percaya diri dan membantu mereka menjadi lebih mandiri, butuh waktu, komitmen, dan keteguhan hati.
Berikut saya ambil poin pada bedah buku Berjudul "Ask Supernanny: What Every Parent Wants to Know" tulisannya Jo Frost. 

Teknik disiplin "wilayah time out" untuk anak yg berperilaku buruk.

Tahapannya:

1. Peringatan (saat anak melakukan kesalahan fatal, misal: memukul adik dengan sengaja, *bicaralah dan katakan bahwa perilakunya tidak baik, tida ada yang menyukai hal tersebut dan jika ia melakukan lagi akan diberikan konsekuensi untuk berada di wilayah time out *suatu tempat khusus tanpa mainan*).

2. Jika benar dilakukannya, konsistenlah dan minta anak berada di Wilayah time out (jika dia melakukan perilaku itu lagi).

3. Penjelasan (beritahu dan berikan waktu untuk berpikir akan kesalahannya berdasarkan tingkat kematangannya tanpa memarahinya).

4. Kembali dan jelaskan. (Datangi dia ditempatnya *wilayah time out* dan jelaskan padanya tentang aturan dan disiplin itu apa dan apa yang kita inginkan dia lakukan)

5. Permintaan maaf (datangi dia setelah waktu konsekuensi berakhir dan persilakan dia untuk mnta maaf dan menyebutkan kesalahannya).

6. Lupakan (setelah dia minta maaf katakan terimakasih dan tunjukkan sikap senang agar dia paham kita sbnrnya menyanyanginya).
.
.
Semoga bermanfaat.
Indonesian strong from home 😌🏡
.
.
#learning #sharing #homeschooling #bettereducation #educationpractitioner

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Sikap Pejabat Negara dan Pemerintah Indonesia Kini, Seharusnya

Indonesia kini sedang berada pada dinamika kehidupan politik, ekonomi dan sosial yang kian bergejolak. Maraknya isu nyata di berbagai bidang, semisal banyak pejabat negara terjerat kasus korupsi, layanan publik lambat, berbelit, dan tidak efisien. Aturan pusat dan daerah sering tumpang tindih serta penegakan hukum dianggap tidak adil dimana masih terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas. Program pusat dan daerah sering tidak sinkron, penyerapan anggaran tidak efisien dan proyek infrastruktur cepat rusak karena kualitas yang rendah. BUMN dibebani utang dan rawan intervensi politik, pangkalan data pemerintah tidak terintegrasi dan mudah bocor. Kualitas pendidikan dan kesehatan timpang antarwilayah. Konflik agraria, lingkungan, antara masyarakat dan perusahaan atau negara masih sering terjadi. Harga pangan tidak stabil, dilain sisi masalah kesiapsiagaan bencana masih lemah seperti penanggulangan banjir dan longsor. Banyak lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan industri (skills mis...

Marwah Pendidikan Di Indonesia

Marwah pendidikan tidak bisa tegak tanpa marwah guru, karena guru adalah pelaku utama dalam sistem pendidikan. Jika guru dijaga kehormatannya, diberdayakan kompetensinya, dan dihormati perannya, maka pendidikan akan lebih bermutu dan bermarwah. Marwah adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks pendidikan dan keguruan, marwah pendidikan dan guru merujuk pada penjagaan terhadap kehormatan dan martabat dunia pendidikan serta profesi guru. Marwah pendidikan berarti menjaga kehormatan dunia pendidikan sebagai bidang yang suci, mulia, dan berperan strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Hal ini mencakup nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar, integritas sistem pendidikan, termasuk kurikulum, evaluasi, dan manajemen sekolah, keadilan dan kesetaraan dalam memberikan akses pendidikan, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Jika marwah pendidikan rendah maka pendidikan ke...