Skip to main content

PENTINGNYA PENDIDIKAN USIA DINI UNTUK ANAK ISTIMEWA/ ATR (ANAK TUNA RUNGU)


📝
Flashback k tahun 2017, sbenarnya artikel ini sudah sy post d instagram tp sy repost di blog.
Sy prnh mngikuti seminar tentang pentingnya pendidikan anak usia dini bagi anak spesial khususnya anak dg disabilitas pendengaran (atr) yg disampaikan oleh ibu rina jayani rahmadi.
Beliau merupakan praktisi pendidikan utk atr dan pendiri sekolah inklusi aluna yg menerapkan metode montessori.
.
Siapapun kita, sbg calon orang tua, sbg org tua dg anak baru lahir, org tua yg memiliki atr, sbg guru yg mengajar atr, dsb, pastilah membutuhkan ilmu "advanced" ini.
.
Sy sngt bersyukur bs mengikuti seminar ini yg notabenenya menambah pengetahuan sy thd anak didik sy, khususnya atr.
.
Ada bbrp info yg dpt sy kutip dr pembicaranya yg merupakan founder sekolah inklusi sekaligus praktisi pendidikan atr.
.
1. Mengetahui sedini mungkin tentang kondisi anak yg baru lahir (apakah anak dpt mendengar dg baik/tdk).
.
2. Menyadari keterbatasan anak (jika anak kesulitan atau tdk peka thd suara, langsung periksakan kpd ahlinya).
.
3. Mencari solusi (jika anak mengalami keterbatasan pendengaran segera konsultasikan upaya apa yg bs membantunya utk mendengar spt implant/alat bantu dengar).
.
4. Pendidikan atr jg penting krna semua anak punya hak yg sama. Tumbuh kembangnya mgkn jd krg optimal jikalau tdk ditangani dg tepat.
.
5. Akan lbh baik dimasukkan ke sekolah inklusi/sekolah yg memahami kebutuhan atr dg baik.
.
6. Lingkungan keluarga dan sekitarnya harus mendukung agar atr tetap percaya diri dan mandiri.
.
7. Ortu/guru dg atr hrs aktif dan trs smngt untuk mengetahui perkembangan kosa kata anak dan fokus pd kelebihan anak.
.
Semoga bermanfaat..😊👪
.
#bettereducation #educationpractitioner #anaktunarungu #anakistimewa #pendidikananakusiadini

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Pengalaman Bekam Sembuhkan Sakit Kepala

Bekam atau hijamah merupakan salah satu pengobatan yang dianjurkan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Caranya yakni dengan menyayat atau menusukkan jarum ke kulit dan setelah itu ada cup penyedot sehingga darah kotor yang mengandung racun keluar. Beberapa waktu lalu saya dan kakak ipar melakukan bekam. Seorang akhwat yang merupakan teman pengajian kami yang menjadi terapis bekamnya. Disini saya akan menceritakan pengalaman tersebut dan bagaimana tubuh saya rasakan saat bekam. Singkat cerita saya sering sakit kepala dan lumayan sering migrain di sebelah kanan. Pengobatan secara kedokteran sudah dilakukan sampai masuk ruang radiologi untuk CT Scan dan MRI dijalani. Hasilnya alhamdulillah tidak terlalu serius. Hanya ada swelling hemishper cerebri kanan dan sinusitis. Saya teringat untuk bekam agar bisa sembuh dan memiliki kesehatan lebih baik lagi. Sedikit menyesal karena terkesan agak lambat menyadari bahwa bekam yang merupakan sunnah untuk ikhtiar sembuh dari berbagai penyakit mal...

Recount Text: A Day With Me

Yesterday was quite a nerve-wracking day in my life. It felt like my heart was beating stronger, in intervals that seemed more intense than usual. Honestly, there are often moments like that in my everyday life, but yesterday, the feeling lasted consistently from morning until after the Asr prayer. It had been a long time since I was reminded of my reluctance to take any kind of standardized test (for those who know, they know). Even though I like challenges, I’m not fond of the kind that forces me to chase something overly theoretical. I looked at the exam card and whispered in my heart, bismillah. I began the day with a long and sincere prayer. I made milk for my child and woke him up to pray Fajr at the mosque with my husband. My husband had already gotten up and was doing his early prayers and had started the laundry. I continued with the usual house chores: washing dishes, cooking while tending the laundry, tidying up what I could, packing the children’s lunch boxes, a...