Skip to main content

50 Aktivitas Anak Belajar Melalui Bermain Untuk Usia 1-4 tahun

Aktivitas-aktivitas ini bisa membuat waktu bermain ananda tercinta lebih efektif karena anak dapat belajar dari kegiatan mainnya.

Para ibu milenial, berikut ide main yang kami rangkum untuk si kecil (balita):

1. Menyusun puzzle
2. Mengambil mainan dari dalam kotak yg isinya pasir/beras
3. Menyapu sisa mainan/mengepel/mengelap
4. Memindahkan es batu ke wadah lain menggunakan centong/sendok
5. Menemukan gambar (misal segitiga) di sebuah kertas yg ditempel didinding dan melingkari bentuk2 yang sama
6. Mengecat botol atau kotak
7. Mewarnai batu dengan warna yang sama
8. Menempel pasangan huruf besar /huruf kecil didinding dg kertas note tempel
9. Eksperimen mengambang atau tenggelam dg benda-benda yg dipilih anak
10. Mewarnai bathtub/bak mandi dg saving cream/busa yg dikasih pewarna
11. Membuat huruf atau bentuk dari lem/kertas di lantai dan meminta anak berpindah, melompat, menginjaknya
12. Mencuci mainan dg busa sabun cuci dan spons
13. Menemukan benda (mainan) dalam sensory bin bisa pakai beras/pasir kinetik/waterbeads
14. Tuang isi sensory bin (beras/waterbeads) ke dalam mangkok atau gelas
15. Memindahkan air dg spons
16. Menusuk pushpin di kertas yg ada huruf utk belajar anak
17. Mengupas telur, memotongnya dengan alat yang aman untuk anak
18. Menempel stiker di dinding yang sudah ditempeli kertas
19. Membuat ramuan (memberikan anak berbagi sensory bin misal air, telur, tepung, pewarna,dll untuk dicampur dalam wadah) lalu biarkan anak mengaduknya dan bereksperimen
20. Mencari benda2 sesuai dg bentuk, misal yg bola, topi, piring utk ditaruh di gambar lingkaran, dll benda2 lain ditaruh di gambar segitiga dan persegi yg sudah dibuat dg lem di lantai
21. Menggunting dan menempel dg lem kertas
22. Menusukkan benda ke kertas seperti spageti mentah
23. Mewarnai atau menulis di kartu ucapan
24. Mewarnai/menulis di kertas yg ditempel di papan tulis
25. Main lego
26. Tuang isi pasir kinetik dengan sendok
27. Main masak-masakan dengan kitchen set anak/main pura-pura lain seperti dokter-dokteran,dll
28. Mewarnai buku gambar
29. Menari lalu meminta anak berhenti jd patung
30. Menulis di papan dengan kapur
31. Finger painting
32. Memukul balon yg digantung
33. Main playdough
34. Mencetak berbagai bentuk kinetik sand
35. Memasukkan atau memindahkan bola2 kecil dg pencapit
36. Meronce bentuk yg bermacam-macam
37. Main di bawah balon yg sudah di bentuk terowongan
38. Menempel abjad (dari magnet)
39. Menulis dg papan magnet
40. Melukis dan mengecap stempel
41. Menggunting kertas mengikuti bentuk
42. Membuat sensory bag dari lem kertas dan diberi gliter di dalamnya, bisa untuk latihan menulis angka atau huruf
43. Meronce membuat kalung atau gelang
44. Main kartu kata atau flashcard
45. Main mobil-mobilan, menyusun mobil2an kecil
46. Main sepeda
47. Memasukkan batu ke dalam pot atau menyusun manik-manik ke dalam pot bunga
48. Menyiram bunga
49. Memasukkan kancing ke dalam botol
50. Menempelkan bola di lem solasi yang digantung

Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Sikap Pejabat Negara dan Pemerintah Indonesia Kini, Seharusnya

Indonesia kini sedang berada pada dinamika kehidupan politik, ekonomi dan sosial yang kian bergejolak. Maraknya isu nyata di berbagai bidang, semisal banyak pejabat negara terjerat kasus korupsi, layanan publik lambat, berbelit, dan tidak efisien. Aturan pusat dan daerah sering tumpang tindih serta penegakan hukum dianggap tidak adil dimana masih terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas. Program pusat dan daerah sering tidak sinkron, penyerapan anggaran tidak efisien dan proyek infrastruktur cepat rusak karena kualitas yang rendah. BUMN dibebani utang dan rawan intervensi politik, pangkalan data pemerintah tidak terintegrasi dan mudah bocor. Kualitas pendidikan dan kesehatan timpang antarwilayah. Konflik agraria, lingkungan, antara masyarakat dan perusahaan atau negara masih sering terjadi. Harga pangan tidak stabil, dilain sisi masalah kesiapsiagaan bencana masih lemah seperti penanggulangan banjir dan longsor. Banyak lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan industri (skills mis...

Contoh Abstrak Skripsi Prodi Kesehatan Masyarakat dalam Bahasa Inggris

ABSTRACT Tuberculosis is an infectious disease which remains a public health problem and one of the death causes necessarily need prevention programs to be implemented on an ongoing basis. Nevertheless, by the development of the times and the emergence of other problems related to TB in Indonesia at this time is the increasing cases of MDR-TB (Multi Drug Resistant). MDR-TB control transactions are carried out by utilizing Strategy "DOTS PLUS" with the oncoming program of Integrated Management of Drug Resistant TB Control (MTPTRO). Puskesmas Helvetia is one of the first-level health facilities which had been done prevention program of MDR-TB in the city of Medan. MDR-TB patients were recorded since the year 2010-2015 as many as 8 people who was including 2 deaths, 3 people missing (defaulters) and 3 are still in the running treatment. This study was a qualitative research aimed to identify clearly and more deeply about the management of MDR-TB control programs in Pus...