Skip to main content

Cara Membuat Mainan Aman Untuk Balita 1-3

Saya mau berbagi tentang apa saja mainan yang aman untuk balita. Aman karena jika tertelan tidak berbahaya. Aman juga karena bahannya insyaAllah tidak membuat kulit rusak. Mainan dari tepung-tepungan ini sudah saya praktekan sendiri di rumah. Apalagi sekarang sedang digalakkan untuk #tetapdirumah #dirumahaja berhubung sedang pandemi covid 19. Alhamdulillah anak senang mainnya. Terlebih anak bisa belajar melalui bermainnya. Banyak hal yang bisa ibu kenalkan kepada anak. Ibu bisa hemat juga, ga perlu beli mainan mahal. Ini termasuk messy play dan sangat bagus untuk sensory, fine motor, serta mengembangkan kreativitas anak.

Berikut permainan yang bisa kita buat sendiri:

1. Playdough
Bahan: tepung terigu, air, pewarna makanan
Cara membuat: siapkan wadah, masukkan tepung terigu, campurkan dengan air, beri pewarna makanan secukupnya lalu uleni sampai teksturnya pas.
Cara bermain: Bisa dibentuk sesuai keinginan, misalnya membentuk bunga, rumput, rumah, orang-orangan, dan lainnya.

2. Cat warna warni untuk melukis/finger painting
Bahan: tepung tapioka, air, pewarna makanan
Cara membuat: siapkan wadah, campurkan tepung tapioka dengan air perbandingan 1:4, panaskan dikompor sambil diaduk dengan api sedang, perhatikan sampai teksturnya agak kental, matikan kompor. Jika sudah tidak panas sediakan beberapa wadah. Masukkan adonan(teksturnya seperti lem, bisa juga dijadikan lem) berikan pewarna yang berbeda di setiap wadah.
Cara bermain: bisa untuk melukis, sediakan kuas untuk anak. Melukis apa saja bisa, tembok yang sudah dilapisi kertas, botol, kardus, dll. Bisa juga dijadikan finger painting, anak langsung mewarnai dengan tangannya sendiri atau membuat campuran warna dari warna dasar. Warna dasar yakni merah, kuning dan biru.

3. Oobleck (ublek)
Bahan: tepung tapioka, air, pewarna makanan.
Cara membuat: sediakan wadah yanga gak besar, masukkan tepung dan campurkan sedikit demi sedikit air. Teksturnya jika dibiarkan atau digenggam seperti padat tapi saat dilepaskan akan mengalir.
Cara bermain: biarkan anak mengaduk pewarna, dan mencampurkannya. Bisa juga menggunakan es, jadi anak bisa mengenali konsep dingin sambil mengaduk ublek.

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan panggilan Abu, Abi, Buya, dan Abati dalam Bahasa Arab

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak ya ng memanggil. Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll. Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab. Abu اب Untuk menunjukkan penghormatan kepada ...

Pengalaman Bekam Sembuhkan Sakit Kepala

Bekam atau hijamah merupakan salah satu pengobatan yang dianjurkan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Caranya yakni dengan menyayat atau menusukkan jarum ke kulit dan setelah itu ada cup penyedot sehingga darah kotor yang mengandung racun keluar. Beberapa waktu lalu saya dan kakak ipar melakukan bekam. Seorang akhwat yang merupakan teman pengajian kami yang menjadi terapis bekamnya. Disini saya akan menceritakan pengalaman tersebut dan bagaimana tubuh saya rasakan saat bekam. Singkat cerita saya sering sakit kepala dan lumayan sering migrain di sebelah kanan. Pengobatan secara kedokteran sudah dilakukan sampai masuk ruang radiologi untuk CT Scan dan MRI dijalani. Hasilnya alhamdulillah tidak terlalu serius. Hanya ada swelling hemishper cerebri kanan dan sinusitis. Saya teringat untuk bekam agar bisa sembuh dan memiliki kesehatan lebih baik lagi. Sedikit menyesal karena terkesan agak lambat menyadari bahwa bekam yang merupakan sunnah untuk ikhtiar sembuh dari berbagai penyakit mal...

Recount Text: A Day With Me

Yesterday was quite a nerve-wracking day in my life. It felt like my heart was beating stronger, in intervals that seemed more intense than usual. Honestly, there are often moments like that in my everyday life, but yesterday, the feeling lasted consistently from morning until after the Asr prayer. It had been a long time since I was reminded of my reluctance to take any kind of standardized test (for those who know, they know). Even though I like challenges, I’m not fond of the kind that forces me to chase something overly theoretical. I looked at the exam card and whispered in my heart, bismillah. I began the day with a long and sincere prayer. I made milk for my child and woke him up to pray Fajr at the mosque with my husband. My husband had already gotten up and was doing his early prayers and had started the laundry. I continued with the usual house chores: washing dishes, cooking while tending the laundry, tidying up what I could, packing the children’s lunch boxes, a...